Pemerintah Tak Peduli, Warga Desa Sei Sembilang Berswadaya Bangun Jalan

Bagikan :

MEDIAINVESTIGASICare.id – Independen Dan Farmasi Kesehatan | Sumut// Opini.

 

Asahan_Didorong oleh rasa kesal karena infrastuktur jalan tidak juga kunjung diperbaiki Pemerintah setempat, warga Desa Sei Sembilang Kecamatan Sei Kepayang Timur Kabupaten Asahan berswadaya (patungan uang dan tenaga) untuk membangun jalan yang sudah sangat sulit dilewati roda dua, apalagi lebih.

Pantauan dilapangan, Jumat (13/2/2026) jalan yang dibangun warga secara gotong royong tersebut dari Dusun 1, 3, 4 dan 7 dengan panjang sekitar 2,5 km, lebar 1 m, ketebalan sekitar 20 cm menggunakan pondasi batu padas dan coran krikil dicampur semen atas swadaya masyarakat setempat dan ditambah donasi pihak ketiga sehingga pembangunannya terus berlangsung sejak awal bulan Nopember 2025 sampai sekarang masih dalam proses pengerjaan yang dilaksanakan setiap hari Jum’at.

Salah seorang pekerja yang ditemui dilokasi kepada awak media mengaku bernama Elpian Simangunsong, mengatakan jika selama ini jalan di desa Sei Sembilang kondisinya cukup parah terlebih disaat musim penghujan maupun pasang “rob” atau istilah orang sini “Pasang Koling” jangankan naik kareto (sepeda motor-red), bajalan kakipun selalu tasungkur, apalagi anak sekolah, sering pulang lagi kerumah lantaran tajatuh dan baju seragam habis bagalimang lumpur, ujarnya dengan logat daerah.

“Dengan dibangunnya jalan setapak ini, kami selaku warga merasa bersyukur kepada Allah dan ucapan terima kasih kepada H.Anwar Siagian (55) selaku inisiator bersama tokoh masyarakat lainnya sehingga tercetus gagasan untuk memperbaiki akses jalan yang dulunya sangat sulit dilalui, namun sekarang ini sudah lebih mudah dilewati, terutama ketika ada warga tertimpa musibah yang harus segera mendapatkan pertolongan, itu kan membutuhkan tranportasi cepat”, ungkap Elpian.

Sementara itu, seorang pemuka masyarakat bermarga Manurung, menerangkan jika pembangunan jalan ini dan atas kesepakatan masyarakat agar dimana lokasi yang betul-betul parah untuk dilalui, itu yang lebih didahulukan sehingga kondisi jalan belum terhubung seluruhnya, namun setelah tidak ada lagi, baru kita sambungkan semuanya dan ini akan terus berlanjut pengerjaannya untuk sisi yang sebelah lagi, cetus Manurung.

Saat ditanya berapa biaya yang sudah dikeluarkan masyarakat dalam perbaikan infrastruktur jalan tersebut, Manurung menyebutkan sampai detik ini diperkirakan sekitar 200 juta dana yang telah terpakai dan kami masyarakat Desa Sei Sembilang terus berupaya untuk mencarikan dananya agar jalan disisi sebelah dapat terwujud dikerjakan walaupun tanpa keterlibatan Pemerintah, karena sudah berbuih mulut kami dari tahun ke tahun mengusulkan pembangunan jalan ini, tapi tak kunjung terealisasi, perbaikan jalan yang dijanjikan pemerintah tak kunjung datang, makanya kami berinisiatif membangun dengan cara swadaya, ungkapnya kesal.

Dari itu, kami selaku mewakili masyarakat Desa Sei Sembilang yang penduduknya mayoritas berprofesi sebagai nelayan juga tak bosan dan terus mengetuk pintu hati Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Asahan maupun Provinsi Sumatera Utara supaya dapat membangunkan jalan yang standart untuk akses kami masyarakat setempat beraktivitas, agar kami juga dapat menikmati yang namanya “merdeka”, harap Manurung mengakhiri.

Terpisah, Kasi Bina Marga UPT PUTR Tanjung Balai Fadly saat dikonfirmasi melalui jaringan seluler, Sabtu (14/2/2026) terkait pembangunan jalan di Desa Sei Sembilang mengatakan memang sudah ada masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2026 ini, semoga saja tidak terjadi perobahan maupun efisiensi anggaran, jawabnya singkat

 

 

ES (A2M1)


Bagikan :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *