Site icon Media Investigasi Care

Dari Langkat Ke Deli Serdang : Sumatera Utara Kembali Ukir Sejarah Dengan Arca Dewi Tertinggi Di Indonesia

Bagikan :

MEDIAINVESTIGASICare.id – Independen Dan Farmasi Kesehatan | Sumut// Agama.

 

Deli Serdang_Sumatera Utara kembali bersiap mencatatkan sejarah baru dalam perkembangan arsitektur dan spiritualitas Hindu di Indonesia. Setelah kehadiran Arca Dewa Murugan setinggi 16 meter di Shri Rajarajeswari Amman Kuil, Padang Cermin, Kabupaten Langkat, yang menjadi salah satu ikon kebanggaan Umat Hindu dan meraih pengakuan Rekor MURI, kini akan hadir Arca Dewi Meenakshi Amman setinggi 49 Feet (±15 Meter) di Shri Meenakshi Amman Kuil, Deli Serdang.

Informasi tersebut disampaikan oleh Dr.Matha Riswan.MPsi, kepada awak media. Menurutnya, pembangunan arca tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong Umat Hindu dan dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual.

“Jika sebelumnya Sumatera Utara memiliki Arca Dewa Murugan yang megah di Padang Cermin, kini masyarakat kembali akan menyaksikan lahirnya sebuah mahakarya spiritual berupa Arca Dewi Meenakshi Amman yang akan menjadi Arca Dewi Tertinggi di Indonesia. Ini bukan hanya kebanggaan Umat Hindu, tetapi juga kebanggaan masyarakat Sumatera Utara secara umum”, ujar Matha Riswan.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan Arca Dewa Murugan di Shri Rajarajeswari Amman Kuil, Padang Cermin, Langkat, yang diprakarsai oleh keluarga besar Almarhum Bpk.R.K.Sanggar Linggam, telah menjadi salah satu simbol perkembangan Hindu Tamil di Sumatera Utara. Kehadiran arca tersebut tidak hanya memperindah kawasan kuil, tetapi juga menjadi daya tarik spiritual dan budaya yang banyak dikunjungi umat maupun masyarakat umum.

Kini, semangat yang sama kembali diwujudkan melalui pembangunan Arca Dewi Meenakshi Amman di Deli Serdang. Pembangunan arca tersebut terlaksana berkat dukungan para donatur dan dermawan yang secara tulus memberikan kontribusi demi terwujudnya sebuah ikon spiritual yang monumental bagi Sumatera Utara.

Yang menarik, baik Arca Dewa Murugan di Langkat maupun Arca Dewi Meenakshi Amman di Deli Serdang dikerjakan dengan melibatkan Sthapathi (arsitek dan pemahat tradisional Hindu) khusus dari India. Para seniman dan pemahat tersebut didatangkan langsung untuk memastikan setiap detail arca mengikuti kaidah seni bangunan dan ikonografi Hindu yang autentik.

Proses pengerjaan dilakukan secara teliti dengan teknik ukir khas India Selatan yang memadukan nilai estetika, filosofi, dan kesakralan. Hasilnya adalah karya seni religius yang memiliki detail ornamen yang indah, proporsi yang harmonis, serta memancarkan kemegahan arsitektur tradisional Hindu yang jarang ditemukan di Indonesia.

Ketua Yayasan Shri Meenakshi Amman Kuil, Nares Kumar.SKom, menyampaikan rasa syukur atas dukungan seluruh pihak yang telah membantu proses pembangunan hingga tahap akhir.

“Kami bersyukur karena pembangunan Arca Dewi Meenakshi Amman dapat terwujud berkat dukungan umat, para dermawan, dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan tempat Ibadah Hindu. Harapan kami, keberadaan arca ini tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga menjadi warisan budaya yang dapat dinikmati dan dibanggakan oleh generasi mendatang”, ungkap Nares Kumar.

Puncak rangkaian kegiatan akan ditandai dengan pelaksanaan Maha Kumbhaabhisegam Shri Meenakshi Amman Temple pada tanggal 10–13 September 2026 di Deli Serdang, Sumatera Utara. Upacara sakral tersebut akan menjadi momentum penting dalam penyucian dan pengukuhan arca serta kompleks kuil sesuai tradisi Agama Hindu.

Dengan hadirnya Arca Dewi Meenakshi Amman setinggi 49 Feet, Sumatera Utara kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan perkembangan arsitektur Hindu yang sangat dinamis di Indonesia. Kehadiran dua arca monumental, yakni Arca Dewa Murugan di Langkat dan Arca Dewi Meenakshi Amman di Deli Serdang, menjadi bukti bahwa nilai spiritual, budaya, seni, dan kebersamaan masyarakat dapat melahirkan karya-karya besar yang membanggakan Bangsa.

 

 

Rudi


Bagikan :
Exit mobile version