MEDIAINVESTIGASICare.id – Independen Dan Farmasi Kesehatan | Medan// Ragam.
Aktivis menemukan bangkai babi yang dibuang Sungai Kwala Bekala. Padahal, bangkai tersebut harusnya dibakar atau dikubur.
Jefri Manik mengatakan Sungai Kwala Bekala selama ini menjadi sumber kebutuhan air bahan baku untuk pelanggan PDAM, menurutnya, banyak peternak babi di Kwala Bekala yang melanggar peraturan.
“Kita temukan memang banyak pelanggarannya, mulai dari perizinan hingga operasional IPAL (Instalasi Pengolaham Air Limbah)”, ungkapnya, Sabtu (14/3/2026).
Lanjut Jefri Manik setiap peternak babi harusnya memiliki IPAL. Namun, setelah ditinjau ternyata tidak sesuai aturan.
“Jika semua kotoran itu dibuang ke sungai Kwala Bekala tapi belum diolah, tentu berpotensi menyebabkan limbah dan jadi sumber penyakit”, katanya.
Jefri Manik juga mengatakan dirinya sangat menyayangkan PDAM Tirtanadi mengambil Air dari Sungai Kwala Bekala yang saat ini ada bangkai babi bahkan peternak babi ada yang buang limbahnya ke sungai.
“Di bulan Ramadhan ini kan banyak Umat Islam mengkonsumsi air untuk buka puasa, sahur bahkan di gunakan untuk air wudhu tapi mengapa PDAM Tirtanadi mengambil air dari sungai Kwala Bekala untuk di konsumsi masyarakat”, ujarnya.
Dalam keterangan persnya mengatakan dirinya meminta agar Dirut PDAM Tirtanadi di evaluasi karena mengambil air dari sungai Kwala Bekala apalagi di saat Bulan Ramadhan ini.
“Kita Minta Pak Gubsu agar mengevaluasi Dirut PDAM Tirtanadi yang mengambil air dari sungai Kwala Bekala yang airnya tercemari oleh Bangkai Babi dan Limbah Babi dari peternak Babi”, pungkasnya.

