MEDIAINVESTIGASICare.id – Independen Dan Farmasi Kesehatan | Medan// Gaming.
Hujan deras yang mengguyur Kota Medan tidak menyurutkan semangat warga Kelurahan Simpang Selayang untuk menghadiri kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) yang digelar Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Jusup Ginting Suka.SE, Minggu (15/3-2026).
Kegiatan Sosperda Perda No.7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan di Kota Medan tersebut dilaksanakan di Jalan Parang IV, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Meski diguyur hujan sejak sore hari, warga tetap bertahan mengikuti kegiatan hingga akhir. Antusiasme masyarakat terlihat saat mereka aktif mendengarkan pemaparan materi hingga sesi tanya jawab.
Dalam pemaparannya, Jusup Ginting menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan pengangkutan sampah yang rutin demi menjaga kesehatan lingkungan.
“Jangan sampai sampah diangkut satu minggu bahkan satu bulan sekali. Jika dibiarkan menumpuk, sampah bisa menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu kesehatan masyarakat”, tegasnya.
Ia juga meminta Kepala Lingkungan (Kepling) dan mandor kebersihan untuk aktif berkoordinasi dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah masing-masing, dengan pengawasan dari Lurah dan Camat.
Menurut Jusup, persoalan sampah di Kota Medan masih menjadi tantangan serius. Saat ini produksi sampah dari rumah tangga maupun industri mencapai sekitar 2.000 ton per hari, sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun hanya mampu menampung sekitar 1.700 ton per hari.
“Artinya Kota Medan masih kewalahan dalam menampung volume sampah yang terus meningkat”, ujarnya.
Staf Ahli Fraksi PDI Perjuangan, Waldemar Sihombing, juga menyoroti terbatasnya fasilitas pendukung seperti tong sampah dan armada pengangkut di sejumlah wilayah.
“Jangan sampai masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan, tetapi fasilitas seperti tong sampah dan armada pengangkut masih minim. Ini harus menjadi perhatian serius Pemko Medan”, katanya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan Indra Utama Pohan Simanjuntak, yang juga Ketua Bank Sampah Permata Hati Sejahtera, menjelaskan bahwa produksi sampah rumah tangga dan industri di Medan berkisar 1.200 hingga 1.500 ton per hari, sedangkan jumlah armada pengangkut masih terbatas.
Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk membentuk bank sampah di lingkungan masing-masing sebagai salah satu solusi mengurangi volume sampah.
“Melalui Bank sampah, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi”, jelas Indra.
Ia mencontohkan, melalui kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia, pengelola Bank sampah bahkan dapat menabung dalam bentuk investasi emas maupun uang.
Pada sesi dialog, warga juga menanyakan peluang pemanfaatan Bank sampah bagi pelaku UMKM, khususnya pembuat obat tradisional seperti minyak karo.
Salah seorang warga menyebutkan bahwa di kompleks perumahan mereka terdapat sekitar 250 kepala keluarga pelaku UMKM yang tertarik membentuk Bank sampah.
“Kami ingin mendapat pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup agar bisa mengelola sampah organik maupun nonorganik sehingga memberi manfaat bagi pelaku UMKM”, ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Indra menyatakan siap memfasilitasi pertemuan dengan para pelaku UMKM di Kelurahan Sempakata untuk membahas pembentukan Bank sampah.
Dalam kesempatan itu Jusup Ginting, yang merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Kota Medan juga meminta Camat, Lurah, dan Kepala Lingkungan untuk lebih intens memperhatikan kebersihan lingkungan.
Perwakilan Kecamatan Medan Selayang Rinaldi Syahputra, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Sosperda tersebut karena dinilai dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah.
Sementara itu, Lurah Sempakata Epta Riana Tarigan, mengatakan bahwa di wilayahnya sudah terdapat Bank sampah, namun pihak Kelurahan tetap membuka pembinaan bagi masyarakat yang ingin membentuk Bank sampah baru.
Di akhir kegiatan Jusup Ginting, mengimbau warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, terutama di musim hujan guna mencegah terjadinya banjir.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh perwakilan OPD, Lurah, tokoh masyarakat dan warga yang telah hadir dalam kegiatan tersebut, sekaligus mengucapkan selamat menunaikan Ibadah puasa dan menyambut hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta penyerahan kue, nasi kotak dan suvenir kepada para peserta.
Rudi

