MEDIAINVESTIGASICare.id – Independen Dan Farmasi Kesehatan | Medan// Opini.
Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan massa dari Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN) di depan Kantor DPRD Kota Medan berlangsung panas. Massa secara terbuka melontarkan kritik keras kepada para wakil rakyat yang dinilai tidak berani menghadapi aspirasi masyarakat.
Dalam aksi tersebut Ketua FPAN Reza Nasution, menuding DPRD Kota Medan tidak menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana mestinya. Bahkan, dalam orasinya ia menyebut sikap para Anggota Dewan sebagai bentuk pengecut karena tidak berani menemui massa yang datang menyampaikan aspirasi.
“DPRD ini dipilih oleh rakyat, tapi ketika rakyat datang menyampaikan aspirasi justru tidak ada satu pun yang berani keluar. Kalau seperti ini, apa gunanya DPRD?. Jangan jadi lembaga yang hanya berani di ruang rapat tapi takut pada suara rakyat”, tegas Reza di tengah orasi.
Ia bahkan menyebut sikap bungkam para Anggota DPRD sebagai bentuk ketidakberanian politik.
“Kalau tidak berani menjalankan fungsi pengawasan dan takut menggunakan hak interpelasi, lebih baik mundur saja. Jangan jadi wakil rakyat yang hanya diam. DPRD jangan jadi ‘banci’”, sebut Reza.
Desak DPRD Gunakan Hak Interpelasi
Dalam aksinya, FPAN secara tegas mendesak DPRD Kota Medan untuk segera menggunakan Hak Interpelasi terhadap Walikota Medan sebagai bentuk pengawasan terhadap berbagai kebijakan yang dinilai menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
FPAN menilai selama satu tahun terakhir kepemimpinan Walikota Medan, banyak kebijakan yang perlu dipertanyakan secara terbuka, termasuk arah pembangunan kota serta capaian nyata yang dirasakan masyarakat.
Selain itu, massa juga menuntut transparansi dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut mereka, DPRD harus memastikan tata kelola keuangan daerah berjalan secara akuntabel dan tidak membuka celah penyimpangan.
Rmd










