“Kami tidak akan diam. Jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan nyata, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar dan membawa seluruh kejanggalan ini ke level Nasional”, pungkasnya, disambut teriakan ‘setuju’ dari ratusan massa buruh.
Di Mapolda Sumut, massa aksi disambut oleh Kasubdit 4 Dirkrimsus. Ia berjanji akan menindaklanjuti laporan yang disuarakan massa aksi.
Selanjutnya dari Mapolda Sumut, massa melanjutkan aksi di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Hal serupa juga diminta kepada pejabat Adhyaksa Sumut tersebut.
Dukung Program Menkeu RI
Kemudian, massa melanjutkan aksinya ke Kanwil DJP Sumut I, Jalan Suka Mulia. Di sini, massa menggelar makan bersama sebelum menyampaikan aspirasi berupa dukungan dalam mendukung program Menteri Keuangan Purbaya yang concern pada Kepatuhan Wajib Pajak (WP).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak yang telah bersedia bersinergi dengan kami (Kanwil DJP Sumut I) dalam mengawal program yang mengutamakan Kepatuhan Wajib Pajak”, imbuh Belis.
Dalam kesempatan itu, pihak Kanwil DJP Sumut I dan KSPSI AGN Sumut menandatangani Pakta Integritas Pernyataan Komitmen yang berisi dua poin utama Patuh Aturan, Dukungan Program.
“Pajak adalah kontribusi wajib untuk kemakmuran rakyat. Kami buruh siap patuh, tapi kami minta Negara juga hadir memberikan perlindungan hukum yang adil bagi kami”, sahut Yusuf.
Pekerja Tewas Diabaikan
Salah satu kasus yang diperjuangkan KSPSI AGN Sumut dalam aksi unjuk rasa pada Rabu (8/4) kemarin, tewasnya seorang pekerja di proyek Islamic Centre.











