Order Terakhir Bertarif Rp 8 Ribu Meregang Nyawa, Rajali Disambut Tangis Istri Dan Buah Hati

Bagikan :

MEDIAINVESTIGASICare.id – Independen Dan Farmasi Kesehatan | Medan/ Peristiwa.

 

Perjalanan singkat itu hanya bernilai Rp8 ribu. Namun, bagi Rajali, seorang pengemudi ojek online (ojol), perjalanan tersebut menjadi yang terakhir dalam hidupnya.

Siang itu, Rajali menerima pesanan dari Adelia Ofira Pakpahan (20), seorang Mahasiswi yang hendak menuju Universitas Negeri Medan (Unimed) Jalan Willem Iskandar.

Titik jemputnya tercatat dari kawasan Tegal Sari Mandala III. Rute yang biasa, jarak yang tak jauh dengan ongkos yang sederhana, namun takdir berkata lain.

Bacaan Lainnya

Di perlintasan rel kereta api Jalan Rajawali Gang Padang, Kecamatan Medan Denai, perjalanan itu terhenti. Kereta api yang melintas dari arah Medan menuju Bandara Kualanamu menghantam sepeda motor yang dikendarai Rajali.

Ia meninggal di lokasi kejadian, sementara penumpangnya selamat setelah sempat melompat.

Di tengah kerumunan warga, tangis keluarga pecah. Nurmaidah, salah seorang kerabat Rajali, tak kuasa menahan duka. Dengan suara bergetar, ia mengenang sosok Rajali sebagai pribadi yang baik dan taat beribadah.

“Ini adik sepupu ku. Dia orang baik. Dia rajin salat. Semoga adek ku husnul khatimah”, ucapnya di lokasi.

Rajali bukan hanya seorang pengemudi ojol. Ia adalah tulang punggung keluarga. Tiga orang anak kini kehilangan sosok ayah, dua perempuan dan satu laki-laki. Anak sulungnya masih duduk di bangku SMP, sementara si bungsu baru berusia tiga tahun.

“Dia meninggal lagi cari nafkah untuk anak isterinya. Insyaallah adik ku ini Syahid”, tuturnya.

BACA JUGA :  Diduga Tak Miliki Izin SIPA Atau ABT Hampi Seluruh Outlet Mie Gacoan Kota Medan Sekitarnya. Aksi Massa, Minta Kapoldasu Periksa

Sementara jerit tangis anak-anak Rajali menyayat hati setiap orang.

“Ayaaahhh…. ayaaaahhhh”, jerit tangis mereka.

Masih tak percaya, jasad yang terbujur kaku di depan mereka adalah sosok ayah yang baru saja bercanda di pagi harinya.

Sang istri tak kuat menahan duka dan langsung pingsan, meski begitu, seorang pria yang mengaku kakek dari Rajali tetap kuat melihat jasad cucunya. Pria yang tak menyebutkan namanya itu turut membantu petugas melakukan Identifikasi dan evakuasi.

“Ini cucu ku, aku adik kakeknya kandung. Cucu ku ini orang baik. Dia narik ojol udah sekitar dua atau tiga tahun”, ungkapnya.

Ketua Umum Godams, Agam Zubir, ikut bicara. Ia mendesak pihak terkait untuk segera memenuhi hak-hak korban, termasuk santunan bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Kita berharap pihak-pihak terkait termasuk BPJSTK, Jasa Raharja, PT.KAI segera menyerahkan santunan atau apa-apa yang menjadi hak korban. Itu kan nggak ada palang pintu. Jangan seolah-olah menyalahkan karena kelalaian pengemudi”, ucapnya seperti dikutip dari Mistar.

Agam melanjutkan Rajali bergabung di ojol sudah tiga tahun lamanya. Meski tak tergabung dalam komunitas Godams, pihaknya tetap melakukan pembackupan di lokasi.

 

 

 

LS

Sumber Mistar


Bagikan :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *